BNS – Banjir bandang yang bersumber dari aliran Sungai Way Bulok melanda wilayah Pekon Bumi Hantatai, tepatnya di Pemangku Bumi Jaya dan Pemangku Hantatai, Kecamatan BNS, pada Selasa (17/3). Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih satu jam, yakni antara pukul 16.00 hingga 17.00 WIB.
Berdasarkan laporan lapangan, banjir bandang menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga serta lahan pertanian. Di wilayah Pemangku Bumi Jaya, tercatat sebanyak tujuh unit rumah terendam banjir, sementara satu unit rumah lainnya mengalami kerusakan berat akibat derasnya arus air.
Sementara itu, di Pemangku Hantatai, dampak yang ditimbulkan lebih luas. Sebanyak 45 rumah warga dilaporkan terendam air, sejumlah hewan ternak hanyut terbawa arus, serta lahan pertanian berupa sawah seluas kurang lebih empat hektare turut terdampak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, banjir juga mengakibatkan kerusakan pada tanggul yang berada di sekitar wilayah tersebut.
Meski kerugian material cukup signifikan, hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka-luka. Namun demikian, terdapat dua orang lanjut usia yang masuk dalam kategori kelompok rentan dan menjadi perhatian khusus dalam penanganan pascabencana.
Fasilitas layanan kesehatan maupun fasilitas umum lainnya dilaporkan tidak mengalami dampak signifikan. Kerusakan mayoritas terjadi pada sektor permukiman warga dan area pertanian.
Menanggapi kejadian ini, Tim Krisis Kesehatan dari Puskesmas setempat telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak. Selain itu, pemantauan kondisi kesehatan masyarakat juga terus dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan kesehatan pascabencana.
Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi tidak stabil. Warga diharapkan senantiasa mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang serta mematuhi setiap arahan yang diberikan demi keselamatan bersama.
(Indra)










