BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Dalam rangka memeriahkan menuju HUT ke 28 Bank Mandiri bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk melaksanakan kegiatan donor darah di kantor Bank Mandiri, Jl. Laks. Malahayati, Teluk betung, Bandar Lampung. Kamis (2/7/2026).
Dalam kegiatan donor tersebut menjadi kekecewaan masyarakat yang berada di Kota Tapis Berseri tersebut. pasalnya ada beberapa masyarakat yang sudah mendaftar melaui link yang di lampirkan oleh Bank Mandiri namun sesampai di acara nama dan alamat tidak terdaftar . Triyana warga Rajabasa merasakan kecewa terhadap kurang nya sosialisasi yang dilakukan Bank Mandiri terhadap kegiatan tersebut .
” Saya ini bingung saya daftar (memperlihatkan screenshoot pendaftaran berhasil) sudah berhasil nah pas ke dalam kok nama saya enggak ada . Berarti mereka ini punya kegiatan tapi tidak siap buat ada adakan acara seperti ini ,” ucapnya .
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lanjut dirinya mengatakan, hanya ingin membantu PMI untuk mendonorkan setetes darah yang bisa bermanfaat bagi semua .” Saya ini hanya ingin beramal yang mudah mudahan bisa bermanfaat tapi kenapa seperti ini, kalau memang kuota nya terbatas harus nya di buat dong di link itu gagal atau kuota sudah habis ini berhasil tapi pas disini enggak bisa , kan aneh,” Lanjutnya.
Menurutnya , Bank Mandiri kurang komunikasi dengan PMI Lampung . Tak hanya dia , ada beberapa warga Teluk yang enggan disebut nama nya menjelaskan bahwa dirinya juga sudah mendaftar berhasil namun tidak ada nama nya di draf Bank Mandiri.
“Ini kegiatan enggak jelas ! , kalau emg gak ada kuota kenapa gak di buat aja kuota terbatas misal hanya 300 nah di buat 300 saja di close . Jangan 300 tapi masih bisa daftar membuat masyarakat kecewa dan kurang percaya sm Bank ini,” ungkapnya.
Dia juga menjelaskana ada beberapa pegawai bank mengampiri untuk membuka rekening yang kemudian bisa di tukarkan dengan qris Rp1,- mendapatkan makan siang .
“Saya di hampiri untuk buka rekening, sudah pasti otomatis kita buka kasih uang misal Rp 50.000,- terus kita tuker qris Rp1,- sisa nya gak bisa di ambil atau di belanjakan rugi dong , akal-akalan aja,” jelasnya.
Saat di konfirmasi oleh pihak Bank Mandiri, salah satu pegawai yang enggan disebutkan nama nya , pihaknya tidak tahu terkait link tersebut . “Kita gak paham, karena PMI yang buat kami hanya minta tolong ke PMI. Mungkin PMI nya yang tidak paham dengan media sosialnya (Link,red),” Pungkasnya (Sari)










