PESAWARAN – Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Pesawaran kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah ruas jalan, termasuk di area sekitar perkantoran pemerintah daerah, mengalami kerusakan parah hingga dikeluhkan warga. Bahkan, kondisi tersebut disebut-sebut menyerupai dugaan “kubangan kerbau” karena banyaknya lubang dan genangan air.
Keluhan ini disampaikan oleh warga dari Kecamatan Gedong Tataan yang enggan disebutkan namanya. Ia mengungkapkan bahwa harapan masyarakat agar seluruh jalan desa diperbaiki oleh pemerintah daerah dinilai sulit untuk direalisasikan.
“Kalau mau minta semua jalan di setiap desa diperbaiki oleh bupati Nanda Indira, itu rasanya tidak mungkin. Sudah bertahun-tahun kami meminta perbaikan, tapi justru kondisinya semakin parah,” ujarnya. Selasa (5/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kondisi jalan di area pusat pemerintahan saja masih memprihatinkan, sehingga masyarakat pesimis terhadap kemungkinan adanya pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke desa-desa.
“Kalau jalan di sekitar pemda saja seperti kubangan kerbau, bagaimana bisa berharap jalan di desa-desa diperhatikan? Kalau itu benar-benar direalisasikan, rasanya seperti mimpi di siang bolong,” tambahnya.
Keluhan warga ini mencerminkan meningkatnya keresahan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai belum menjadi prioritas penanganan. Jalan yang rusak tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada keselamatan pengguna jalan dan kelancaran distribusi ekonomi lokal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait rencana perbaikan menyeluruh terhadap jalan-jalan yang mengalami kerusakan tersebut. Namun, masyarakat berharap adanya langkah konkret dan berkelanjutan untuk mengatasi persoalan yang telah berlangsung cukup lama ini. (Mosi)










