PESAWARAN – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ghibtoh yang berada di Desa Bernung, Dusun Taman Rejo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran menggelar kegiatan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha), Minggu (17/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 160 peserta yang merupakan perwakilan masjid dari berbagai wilayah di Kabupaten Pesawaran.
Pelatihan yang digagas oleh Pimpinan Ponpes Al Ghibtoh, Kyai M. Zainuri, itu bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara penyembelihan hewan sesuai syariat Islam, sekaligus memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan menghadirkan sejumlah narasumber dari instansi pemerintah maupun organisasi keagamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Peternakan Kabupaten Pesawaran dr. Elia Rolita, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran yang diwakili Paiman, S.Ag., M.M., Ketua PCNU Pesawaran Gus Khotibul Umam, Rois Syuriah PCNU Pesawaran Kyai Agus Mahfudz, Kepala KUA Gedong Tataan Khairuddin, S.Pd., tim Juleha dari Lampung Tengah, serta Camat Gedong Tataan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari kesehatan dan kesejahteraan hewan yang disampaikan oleh Dinas Peternakan, fiqih penyembelihan menurut perspektif Nahdlatul Ulama (NU), hingga teknik mengasah bilah pisau untuk proses penyembelihan yang baik dan sesuai standar syariat.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, praktik teknis, coffee break, makan siang bersama, serta penyerahan sertifikat pelatihan kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi dan bukti telah mengikuti pembekalan Juru Sembelih Halal.
Pimpinan Ponpes Al Ghibtoh, Kyai M. Zainuri, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang penyembelihan halal agar masyarakat memahami pentingnya proses penyembelihan yang benar, higienis, dan sesuai ketentuan agama.
Menurutnya, keberadaan juru sembelih halal yang memiliki kompetensi sangat dibutuhkan, terutama menjelang momentum keagamaan seperti Iduladha maupun kebutuhan penyembelihan hewan sehari-hari di masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait tata cara penyembelihan yang sesuai syariat Islam sekaligus memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan hewan. Dengan demikian, para peserta nantinya dapat menjadi juru sembelih halal yang profesional dan amanah di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Pesawaran Gus Khotibul Umam menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya sertifikasi dan standar penyembelihan halal.
Kegiatan pelatihan Juru Sembelih Halal tersebut berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta terlihat aktif mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan lahir juru sembelih halal yang kompeten dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di Kabupaten Pesawaran. (Mosi)










