PESAWARAN (SMSI) – Warga Kabupaten Pesawaran kembali diminta waspada terhadap aksi penipuan bermodus WhatsApp. Kali ini, nama dan foto Kepala Desa Hanau Berak, Kecamatan Padang Cermin, Ahmad Alamsyah, diduga dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menjalankan aksinya.
Aksi tersebut diketahui pada Jumat (28/8/2026). Pelaku diduga menggunakan foto Ahmad Alamsyah sebagai foto profil WhatsApp, kemudian menghubungi sejumlah orang yang memiliki hubungan pertemanan maupun kekerabatan dengan kepala desa tersebut.
Modusnya diawali dengan percakapan biasa. Pelaku terlebih dahulu menghubungi calon korban, kemudian menanyakan sejumlah hal untuk membangun komunikasi dan meyakinkan korban bahwa nomor tersebut benar-benar milik Ahmad Alamsyah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah komunikasi terjalin, percakapan diduga mulai diarahkan pada permintaan bantuan finansial atau uang.
Mengetahui namanya digunakan untuk kepentingan penipuan, Ahmad Alamsyah langsung angkat bicara. Ia memastikan bahwa nomor yang digunakan pelaku bukan nomor pribadinya.
“Apabila ada WhatsApp mengatasnamakan saya dan menggunakan foto saya, itu bukan saya. Itu penipuan,” tegas Ahmad melalui telpon whatsapp.
Ia meminta masyarakat, khususnya rekan dan sanak saudaranya, jangan mudah percaya dan jangan menanggapi pesan dari nomor yang tidak dikenal meskipun menggunakan foto dirinya.
“Saya klarifikasi, kalau ada yang menghubungi atau tanya-tanya selain nomor pribadi saya, itu penipuan,” ujarnya.
Menurut Ahmad, klarifikasi tersebut sengaja disampaikan agar masyarakat tidak terkecoh dan aksi pencatutan identitas tersebut tidak semakin meluas. Terlebih, penggunaan foto serta nama seseorang sebagai identitas WhatsApp dapat membuat calon korban percaya sebelum akhirnya mengikuti permintaan pelaku.
Ahmad mengimbau siapa pun yang menerima pesan dari nomor WhatsApp mencurigakan agar tidak langsung memberikan uang maupun informasi pribadi. Masyarakat juga diminta melakukan konfirmasi terlebih dahulu melalui nomor pribadi yang benar-benar diketahui milik Ahmad.
Ia menegaskan, dirinya tidak pernah meminta uang melalui nomor WhatsApp lain di luar nomor pribadinya.
Jika menemukan komunikasi yang mengarah pada penipuan tersebut, masyarakat diharapkan menyimpan bukti percakapan, nomor WhatsApp, serta bukti lainnya dan melaporkannya kepada pihak berwenang.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat Pesawaran untuk tidak lengah terhadap modus penipuan digital yang memanfaatkan nama, foto, dan hubungan kedekatan untuk mendapatkan kepercayaan calon korban. (Red)










