BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung terus menggencarkan program pasar murah di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Program tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Desember 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Lampung, Panca Hartono, mengatakan pasar murah digelar untuk meringankan beban masyarakat di tengah tren kenaikan harga kebutuhan pokok yang masih terjadi.
“Kita gelar pasar murah untuk meringankan masyarakat Lampung dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Karena kita tahu, harga kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan,” ujar Panca, Rabu (23/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan pasar murah, Disperindag bekerja sama dengan Perum Bulog untuk menyediakan sejumlah komoditas utama. Adapun bahan pokok yang dijual meliputi beras, minyak goreng, dan gula pasir dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Seperti minyak goreng 2 liter yang HET-nya Rp 15.700, di pasar murah hanya dijual Rp 15.500. Selisih harganya memang tidak terlalu besar, tapi ini cukup membantu masyarakat, apalagi untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
Menurut Panca, pasar murah dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa atau Rabu dan dipusatkan di pasar-pasar tradisional yang ada di wilayah Lampung. Lokasi pelaksanaan dipilih secara bergilir agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat di berbagai daerah.
“Kita gelar pasar murah 2 kali dalam 1 bulan. Artinya, jika sampai Desember nanti, Disperindag bisa menggelar pasar murah sebanyak 8 kali lagi,” tandasnya.
Ia berharap, melalui pasar murah ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. (Sar/wan)










