PESAWARAN (SMSI) – Kondisi mirisnya fasilitas gedung Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pesawaran menuai sorotan masyarakat, Toilet rusak, plafon jebol, keramik terkelupas hingga tiang penyangga tembok retak di salah satu ruangan pegawai menjadi potret memprihatinkan fasilitas pelayanan publik yang diduga di abaikan Bupati Pesawaran Nanda Indira.
Kerusakan tersebut menjadi pertanyaan serius, sejauh mana perhatian pemerintah daerah terhadap fasilitas pelayanan publik yang setiap hari digunakan masyarakat?
Sedangkan instansi ini menjadi salah satu pintu utama pelayanan administrasi kependudukan bagi warga dari 11 kecamatan di Kabupaten Pesawaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagai masyarakat, melihat ini tidak baguslah. Coba lihat, mulai dari toilet rusak, plafon jebol, keramik terkelupas, bahkan ada tiang penyangga tembok dari kayu kaso yang retak di salah satu ruangan pegawai. Ini berbahaya. Seharusnya dinas ini menjadi prioritas Bupati, jangan seolah-olah fasilitasnya tidak penting di Dinas ini,” Ungkap salah satu masyarakat dari Kecamatan gedong tataan yang enggan sebut namanya. Jumat (23/10/2026).
Lanjut dia mengatakan bahwa dinas Disdukacpil sebagai kantor pelayanan publik yang bersentuhan langsung oleh masyarakat bahkan keberadaan kantor inipun di lingkungan Pemkab setempat.
“Setiap hari mas, masyarakat datang untuk mengurus dokumen penting yang menjadi kebutuhan dasar dalam berbagai urusan administrasi, tentunya kita pasti melihat bahwa minimnya perhatian dari pemerintah setempat pada kantor ini jelas kalau begini saja di biarkan seolah tidak penting, bagai mana untuk memperhatikan yang lain, ” Kata dia
Menurutnya, kerusakan fasilitas tersebut tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut. Terlebih, dugaan keretakan pada bagian penyangga bangunan harus segera diperiksa secara teknis untuk memastikan keamanan gedung.
“Ya seharusnya Bupati Pesawaran tidak diam dan mengambil langkah. Karena kepal daerah harus menunjukkan perhatian nyata terhadap fasilitas kantor pelayanan publik ini mas,” Ujarnya
Ia juga mengatakan, persoalan ini bukan semata-mata tentang gedung yang terlihat kumuh atau tidak sedap dipandang. Lebih dari itu, ada persoalan kenyamanan, keselamatan, dan tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan fasilitas pelayanan yang layak.
“Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah terjadi sesuatu. Kalau memang ada tiang penyangga yang retak, segera periksa. Jangan menunggu ada korban baru sibuk mencari solusi. Keselamatan masyarakat dan pegawai harus menjadi prioritas dong jangan seolah Bupati nya diduga tutup mata, jelas masyarakat juga takut roboh apabila mau melaksanakan rekaman poto di gedung ini karena sial tidak ada di kalender mas” Tutupnya.
Sampai berita ini diterbitkan pihak Dinas Disdukcapil sendiri belum dapat di konfirmasi terkait kerusakan kantor pelayanan publik di soroti masyarakat ini. (**)










