Gamelan Bantuan Gubernur Jateng Resmi Bernama “Kyai Pakuwojo”, Desa Bagelen Perkuat Pelestarian Budaya Jawa di Pesawaran

Avatar photo

- Penulis

Senin, 18 Mei 2026 - 03:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESAWARAN – Sanggar Karawitan Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran menggelar acara tasyakuran sekaligus pemberian nama terhadap seperangkat gamelan bantuan dari Ahmad Luthfi, Minggu malam (17/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, seperangkat gamelan resmi diberi nama “Kyai Pakuwojo” sebagai simbol persatuan dan pelestarian budaya masyarakat Jawa di perantauan.

Seperangkat gamelan itu merupakan bantuan langsung dari Gubernur Jawa Tengah kepada Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto, S.Kom., M.Pd., yang diserahkan pada 19 Maret 2026 bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan menjelang Hari Raya Idulfitri. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya Jawa di Provinsi Lampung, sekaligus mengenang sejarah transmigrasi masyarakat Jawa dari Pulau Jawa ke Sumatra, khususnya di Desa Bagelen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nama “Kyai Pakuwojo” dipilih bukan tanpa makna. Pakuwojo merupakan akronim dari Paguyuban Keluarga Wong Jowo, yang merepresentasikan semangat persatuan masyarakat Jawa di tanah rantau. Nama itu menjadi simbol kekuatan budaya, kebersamaan, serta tekad menjaga warisan seni tradisional agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Desa Bagelen sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan transmigrasi masyarakat Jawa di Kabupaten Pesawaran yang hingga kini masih mempertahankan tradisi, kesenian, dan nilai budaya leluhur secara turun-temurun. Kehadiran gamelan tersebut diharapkan dapat menjadi penguat identitas budaya sekaligus ruang pembinaan generasi muda dalam mengenal dan mencintai seni tradisional Jawa.

Acara tasyakuran berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan di Sanggar Karawitan Desa Bagelen. Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan penampilan gamelan serta pertunjukan seni tradisional yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat.

Turut hadir dalam kegiatan itu, anggota DPRD Pesawaran dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Herlan, S.E., Ketua KDMP Desa Bagelen Jumadi, Ketua BPD Desa Bagelen Suhaini, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua Seni Kuda Kepang Desa Bagelen, serta para pegiat seni budaya lainnya.

Baca Juga:  Aksi Sosial Sambut HUT RI ke-81, Satlantas Polres Way Kanan Bagikan Bendera Merah Putih Gratis ke Pengendara

Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat tanpa mengesampingkan budaya lokal Lampung.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya Jawa, tetapi tidak menghilangkan budaya Lampung sebagai budaya lokal yang harus tetap dijunjung tinggi oleh masyarakat di Kabupaten Pesawaran,” ujarnya.

Merdi juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah atas perhatian terhadap masyarakat Jawa di tanah perantauan.

“Kami atas nama Pemerintah Desa Bagelen dan seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., atas bantuan gamelan ini. Bantuan ini bukan hanya alat seni, tetapi simbol persaudaraan, pengingat sejarah transmigrasi, sekaligus bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya Jawa di Provinsi Lampung.

Semoga gamelan Kyai Pakuwojo ini menjadi pemersatu masyarakat dan dapat terus diwariskan kepada generasi muda,” ungkapnya.
Ia berharap keberadaan gamelan “Kyai Pakuwojo” tidak hanya menjadi sarana pelestarian seni budaya, tetapi juga wadah pembinaan generasi muda serta media mempererat persaudaraan lintas budaya di Desa Bagelen.

Lebih jauh, kegiatan tasyakuran tersebut juga menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan sekaligus penghormatan terhadap sejarah perjuangan para transmigran Jawa yang telah menetap dan membangun kehidupan di Kabupaten Pesawaran. Dengan hadirnya gamelan “Kyai Pakuwojo”, masyarakat berharap warisan budaya leluhur dapat terus hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi tanpa kehilangan akar tradisinya. (Mosi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mosipost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Pertama Kerja, Wabup Galang Rahman Langsung Gelar Rapat Terbatas Bersama Jajaran SKPD
Kasus Pembunuhan di Negara Batin Terungkap, Polres Way Kanan Tetapkan Tiga Tersangka
Sekda Pesawaran Akui Anggaran Disdukcapil Sudah Di Ajukan Kadis Yang Baru Tahun Depan Beres
Kapolri Jendral Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si Nerima Audensi Kemendes PDT Untuk Babat Penganguran Akibat Narkoba
Pemkab Pesawaran Dorong Pembentukan Perda Bantuan Hukum Untuk Masyarakat di 11 Kecamatan 
Satresnarkoba Polres Way Kanan Amankan Tiga Pria Diduga Terlibat Peredaran Sabu di Way Tuba
Sekda Waykanan Buka Kegiatan Konkerkab II Dan Webinar PGRI
Rahmad Danil Menetapkan Syarat Minikom berupa peralatan “SLIPFORM RIGID PAVER” Untuk Siapa?
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:29 WIB

Hari Pertama Kerja, Wabup Galang Rahman Langsung Gelar Rapat Terbatas Bersama Jajaran SKPD

Minggu, 1 November 2026 - 12:34 WIB

Kasus Pembunuhan di Negara Batin Terungkap, Polres Way Kanan Tetapkan Tiga Tersangka

Minggu, 1 November 2026 - 01:23 WIB

Sekda Pesawaran Akui Anggaran Disdukcapil Sudah Di Ajukan Kadis Yang Baru Tahun Depan Beres

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Kapolri Jendral Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si Nerima Audensi Kemendes PDT Untuk Babat Penganguran Akibat Narkoba

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Pemkab Pesawaran Dorong Pembentukan Perda Bantuan Hukum Untuk Masyarakat di 11 Kecamatan 

Berita Terbaru