PASAWARAN (SMSI) – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Satria Bangun Karya, Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, beralokasi Gerakan Desa Sejahtera (Gadis). Senilai Rp 100 juta mengalami penurunan aktivitas usaha sejak pandemi Covid-19 melanda pada 2020.
Kondisi tersebut membuat sebagian besar unit usaha yang sebelumnya dikelola BUMDes tidak lagi beroperasi secara optimal akibat minimnya aktivitas pembangunan dan ekonomi masyarakat.
Gerakan Desa Sejahtera (Gadis). Ini merupakan dana khusus dialokasikan untuk memperkuat permodalan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna meningkatkan potensi ekonomi masyarakat desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua BUMDes Satria Bangun Karya, Missbah Siddik, menjelaskan bahwa BUMDes mulai beroperasi pada akhir 2019 dengan mengelola tiga unit usaha yang dibentuk berdasarkan hasil musyawarah desa dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Seluruh program usaha, kata dia, bersumber dana Gadis sebagai modal awal pengembangan usaha desa.
“Sesuai perencanaan RAB dan hasil musyawarah desa, Dana Gadis dipergunakan untuk usaha desa. Ada toko material bahan bangunan, kerja sama panglong, dan bengkel motor,” ujar Missbah saat dikonfirmasi.
Untuk mendukung operasional toko material, BUMDes menyewa bangunan dengan biaya Rp6 juta per tahun.
Selain itu, pengelola juga merekrut dua orang karyawan dengan upah masing-masing Rp700 ribu per bulan.
Lalu modal melalui Program Dana GADIS sebesar Rp100 juta guna memperkuat pengembangan usaha ini berjalan. Namun, harapan agar usaha berkembang harus terhenti ketika pandemi Covid-19 melanda pada awal 2020. Pembatasan aktivitas masyarakat dan melemahnya daya beli berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha yang dijalankan BUMDes.
Kepala Desa Sukadadi, Rudi Maryoto, membenarkan bahwa pandemi menjadi faktor utama yang menyebabkan BUMDes tidak lagi berjalan optimal.
“Kendalanya karena di tahun 2020 ada wabah Covid-19 yang mengakibatkan sepinya aktivitas pembangunan masyarakat umum. Sehingga pendapatan BUMDes secara keseluruhan tidak mencukupi untuk menutupi biaya operasional,” jelas Rudi.
Akibat kondisi tersebut, sebagian besar unit usaha BUMDes tidak lagi aktif. Jum’at (9/7/2026).
Meski demikian, unit usaha toko material masih dipertahankan hingga sekarang, walaupun aktivitas penjualannya belum menunjukkan perkembangan yang berarti.
“Sampai saat ini unit usaha terkait bahan material masih ada barang-barang bangunannya. Tapi tidak ada pembeli,” Ungkapnya
Ia menegaskan bahwa sejak awal pembentukan, seluruh tahapan pendirian dan pengelolaan BUMDes telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku melalui mekanisme musyawarah desa. Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal berupa pandemi yang berdampak pada hampir seluruh sektor usaha.
Pemerintah Desa Sukadadi berharap aktivitas ekonomi masyarakat dapat terus membaik sehingga unit-unit usaha BUMDes yang sempat terhenti dapat kembali berkembang dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan desa serta pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. (Adv)










