PESAWARAN (SMSI) – Pelaksanaan Uji Kompetensi (Ukom) Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran telah selesai dilaksanakan. Namun hingga kini, hasil uji kompetensi tersebut diduga belum juga diumumkan kepada publik.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya bagi publik, mengingat hasil uji kompetensi menjadi salah satu dasar dalam proses penempatan maupun rotasi pejabat untuk mengisi sejumlah jabatan pimpinan tinggi yang saat ini masih kosong.
Publik menilai proses tersebut seharusnya dilaksanakan secara terbuka, keterbukaan informasi juga dinilai penting sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah dalam proses pengisian jabatan strategis yang kososng.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu tokoh pendiri Pesawaran Mualim Taher, mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Pesawaran belum memberikan penjelasan mengenai hasil uji kompetensi maupun tahapan lanjutan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan. Menimbulkan kesan bahwa proses tersebut diduga berjalan tanpa transparansi..ada apa?.
Padahal, Lanjut Mualim berdasarkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik proses pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama semestinya dilaksanakan secara profesional, objektif, dan terbuka kepada masyarakat, terutama terkait tahapan serta hasil yang menjadi dasar pengambilan kebijakan.
“Publik harus mengetahui jabatan mana saja yang akan diisi melalui mekanisme tersebut. Langkah itu dinilai penting untuk menghindari munculnya berbagai spekulasi di tengah masyarakat, jangan seolah penuh tanda tanya pada hasil UKOM ini,” Tutup Mualim. Kamis (16/7/2026).
Sampai berita ini diturunkan Bupati Pesawaran Nanda Indira, belum bisa ditemukan untuk dilakukan konfirmasi, Namun media ini juga terus melakukan upaya untuk mengkonfirmasi terhadap wakil Bupati Anton Muhammad Ali, melalui pesan dan telepon whatsapp belum lama ini, dengan nomor 08527979**** posisi aktif berdering dan contreng dua, namun tak memberi jawaban. (Mosi)










