BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Warga di sejumlah wilayah Provinsi Lampung mengeluhkan turunnya debu yang diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau. Sabtu (5/9/2026).
Kondisi tersebut turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan Museum Provinsi Lampung.
Sejumlah pelaku UMKM mengaku mengalami penurunan jumlah pengunjung akibat kondisi udara yang dipenuhi debu. Bahkan, beberapa tempat usaha yang biasanya ramai pada malam minggu ini malah sepi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang pelaku UMKM mengungkapkan, Serpri kondisi debu yang turun cukup mengganggu aktivitas usaha. Menurutnya, malam akhir pekan biasanya menjadi salah satu waktu yang cukup ramai dan memberikan omzet lebih baik.
“Debunya bukan kaleng-kaleng, Mas. Ini makanya kita kosong pengunjung. Biasanya malam minggu omzet yang didapat lumayan,” ungkapnya
Ia berharap kondisi tersebut segera membaik sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian para pelaku UMKM dapat kembali berjalan normal.
Hujan debu juga dikhawatirkan membuat masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan. Warga diimbau tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas vulkanik serta potensi dampaknya terhadap masyarakat.(wan/sari).










