BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Ironis, Beras bantuan pemerintah 10 kg berlogo Perum Bulog dan Bapanas yang jelas berstempel “Tidak Untuk Diperjualbelikan” justru diobral bebas di Facebook.
Pantauan di grup “JUAL BELI HP BANDAR LAMPUNG” pada Jumat (11/9/2026), akun bernama Haris menawarkan karung beras bansos tersebut seharga Rp100 ribu dengan lokasi transaksi di Bandar Lampung.
Temuan ini memicu reaksi keras dari DPRD. Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi PAN, Erwansyah, memastikan pihaknya akan turun tangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semestinya itu tidak terjadi. Pemerintah membantu yang betul-betul membutuhkan. Niat baik ini harus tepat sasaran,” tegas Erwansyah usai hearing di DPRD, Selasa (15/9/2026).
Ia mengaku akan segera memanggil Dinas Sosial Kota Bandar Lampung untuk menelusuri data penerima manfaat dan mengecek kebenaran lokasi penjualan.
“Masalahnya masih di pendataan desil. Orang mampu justru dapat, yang tidak mampu malah tidak kena. Kalau diberikan kepada yang tidak berhak, harus diperbaiki,” ujarnya.
Padahal, program ini adalah program prioritas. Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Dirut Bulog Letjen (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani baru saja menyalurkan bantuan alokasi Juli-September 2026.
Untuk Lampung menggelontorkan 37,27 ribu ton beras untuk 1,2 juta keluarga, masing-masing mendapat 30 kg untuk tiga bulan.
Rencananya, kucuran akan ditambah 1 juta ton lagi untuk alokasi Oktober-Desember 2026. Namun, bocornya distribusi di level bawah menjadi alarm merah lemahnya pengawasan. (Sar/wan)










