BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung menargetkan program Tailor Made Training (TMT) terus diperluas jangkauannya. Hingga awal Oktober 2026, program pelatihan berbasis kebutuhan kelompok tersebut telah memberikan manfaat kepada 3.900 warga.
Kepala Disnaker Provinsi Lampung, Agus Nompitu, mengatakan capaian tersebut berasal dari lebih dari 200 proposal yang masuk dari berbagai komunitas dan kelompok masyarakat.
Menurutnya, keunggulan program TMT terletak pada fleksibilitasnya. Jenis pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok, mulai dari pelatihan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), keterampilan teknis, hingga manajemen bisnis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menariknya, kelompok diberikan keleluasaan untuk menentukan sendiri instruktur pelatihannya, sehingga materi yang diberikan benar-benar sesuai dengan yang dibutuhkan,” ujarnya, Jumat (10/10/2026).
Ia menambahkan, seluruh pembiayaan pelatihan dalam program TMT bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Karena itu, komunitas yang ingin mengikuti program cukup mengajukan proposal dengan pendampingan dari Disnaker Lampung, tanpa dipungut biaya,” tambahnya.
Melalui skema tailor made, Pemerintah Provinsi Lampung berupaya memastikan setiap pelatihan yang difasilitasi tepat sasaran dan mampu meningkatkan kapasitas serta kemandirian ekonomi masyarakat.
Ke depan, lanjutnya, Disnaker Lampung menargetkan jumlah penerima manfaat program TMT dapat menembus 5.000 orang hingga Desember 2026 mendatang. (Sar/Wan)










