BANDAR LAMPUNG – Lurah Kebon Jeruk, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Supriadi, S.H., bergerak cepat menangani warga yang terdampak kenaikan debit air pascahujan lebat yang terjadi beberapa hari terakhir. Genangan air merendam sejumlah wilayah permukiman di Jalan Adisucipto, Gang Serumpun I, meliputi RT 02, RT 03, RT 04, dan RT 07 di Lingkungan 1, serta RT 01, RT 04, dan RT 05 di Lingkungan 2, Kelurahan Kebon Jeruk.
Penanganan dilakukan langsung oleh lurah setempat dengan didampingi Camat Tanjung Karang Timur, Dedi Saputra, S.IP., M.IP., bersama unsur aparat seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Kehadiran mereka bertujuan untuk memastikan kondisi warga tetap kondusif sekaligus melakukan langkah-langkah penanganan di lokasi terdampak.
“Dari dua wilayah kepala lingkungan di Kelurahan Kebon Jeruk, tercatat sebanyak 40 kepala keluarga (KK) terdampak pascahujan lebat beberapa waktu lalu. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Supriadi. Jum’at (17/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai bentuk respons cepat, Pemerintah Kota Bandar Lampung turut memberikan bantuan langsung kepada warga terdampak. Penyaluran bantuan dilakukan di Kantor Kecamatan Tanjung Karang Timur.
“Warga yang terdampak banjir menerima bantuan langsung dari Wali Kota Bandar Lampung berupa uang tunai sebesar Rp500 ribu dan 10 kilogram beras untuk masing-masing dari 40 KK,” jelasnya.
Selain itu, pihak kelurahan juga mengerahkan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) untuk melakukan pemantauan dan penyisiran wilayah terdampak. Dua personel Linmas yang ditugaskan yakni Udin dan Leman saja.
Supriadi juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan guna mencegah terjadinya genangan serupa di kemudian hari.
“Kami mengajak warga untuk secara mandiri menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah sembarangan agar aliran air tetap lancar dan tidak terjadi penyumbatan,” pungkasnya (Mosi)










